Tapos Launching 15 Ribu Pembuatan Lubang Biopori Serentak Di Setiap RW

rakyatwaspada.id, Tapos – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Quick program Walikota Depok KH.Mohammad Idris dan Wakil Walikota Depok Imam Budi Hartono mencanangkan pembuatan lubang resapan biopori 100 ribu se Kota Depok, di sambut oleh Camat Tapos Kota Depok.

Plt Camat Tapos Anwar Nasihin bersama Lurah se-Kecamatan tapos serta Plt.Sekcam, dan komunitas Bank Sampah, para RW dan Karang Taruna melaunching program pencanangan pembuatan lubang resapan biopori 15 ribu titik, diawali membuat lubang biopori di halaman kecamatan Tapos Kota Depok.

“Kami bersama Lurah, Rt, Rw, tokoh masyarakat, mendukung quick program bapak Walikota membuat 15 ribu lubang resapan biopori,” kata Anwar kepada media, Selasa (06/04/2021), usai acara launcing.

“Di Tapos ada 133 RW, kalau saja setiap RW untuk membuat lubang resapan minimal 120 titik itu akan bisa menimal mengurangi Genangan air ketika musim hujan tidak akan terjadi banjir,” ucap Anwar.

Hal ini menurutnya, pembuatan lubang resapan biopori ini dilombakan ditingkat Kota. Dengan kriteria penilaian berapa banyak kuantitas dan effektifitas secara signifikan manfaat dari lubang resapan biopori.

Masih dari Anwar Nasihin, manfaat dengan adanya lubang resapan biopori ini adalah dapat dikatakan sebagai bank air, mengurangi genangan air, tanah disekitar akan subur dan juga sebagai pupuk organik.

“Setelah adanya lubang peresapan biopori ini, agar dijaga dan dirawat keberlangsungan, baik secara berkala, periodik atau apabila memungkinkan setiap hari, ya sekali lagi tujuannya agar lubang yang berada diatas pipa paralon itu tidak tertutup oleh material-material sampah,” tuturnya.

Dikatakan oleh Anwar Nasihin, tidak mentargetkan juara, namun para lurah dapat menjabarkannya, bersinergi dengan para RT, RW, Karang Taruna dan masyarakat di Tapos untuk melakukan pemetaan terlebih dahulu.

“Kita bisa tempatkan di sarana sosial, lapangan terbuka, mushala dan masjid agar diutamakan,” paparnya.

“Jadi Air tidak langsung mengalir menuju selokan, kali, air bisa masuk kedalam lubang resapan biopori itu, sehingga nantinya air menuju titik akhir pembuangan sudah berkurang,” pungkas Anwar. (adi).