Sosialisasi Pembangunan Sandes Padat Karya Jabar 2021 KPM Rangakapanjaya Lama

rakyatwaspada.id, RJL – Sedikitnya 50 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) warga Kelurahan Rangkepanjaya, Kecamatan Pancoran Mas (Panmas), Kota Depok antusias mengikuti sosialisasi pembangunan sanitasi pedesaan (sandes) dan padat karya dari Provinsi Jawa Barat (Jabar) tahun 2021, Selasa (30/3/2021).

Acara di buka oleh Sekretaris Kelurahan (Sekkel) Rangkepanjaya Lama, Herliana Maharani membuka acara sosialisasi pembangunan sandes dan padat karya 2021 provinsi Jabar untuk 50 KPM di aula Kelurahan Rangkepanjaya.

“Kegiatan sosialisasi dan sekaligus pembentukan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Pembangunan sanitasi pedesaan (sandes) dan padat karya dari provinsi Jawa Barat (Jabar) tahun 2021,” kata Tenaga fasilitator Lapangan (TFL) Propinsi Jawa Barat, Nabila bersama Feni Bervida, Selasa (30/3/2021).

Nabila sebagai yang juga Konsultan menjelaskan, pada tahun 2021 program pembangunan Sanitasi Pedesaan dari provinsi Jawa Barat (Jabar) di wilayah Kota Depok terdapat di 10 kelurahan.

Warga antusias mengikuti sosialisasi pembangunan sandes dan padat karya 2021 Jabar di kantor Kelurahan Rangkepanjaya.
“Alhamdulillah Kebetulan Kelurahan Rangkepanjaya lama termasuk satu dari 10 kelurahan di Kota Depok yang memperoleh prioritas program pembangunan dari Jabar ini,” ucapnya.

Menurut Nabila, khusus wilayah Kecamatan Pancoran Mas terdapat dua kelurahan yakni Kelurahan Rangkepanjaya dan Kelurahan Depok.

Sedangkan wilayah yang juga memperoleh bantuan program pembangunan sanitasi dan padat karya dari Jabar ini, Menurut konsultan Feni Bervida, Kelurahan Pasir Putih, Kelurahan Bedagan, Kelurahan Bojongsari, Kelurahan Duren Seribu, Kelurahan Pangkalanjati Baru dan Kelurahan Serua, Kelurahan Cisalak Pasar, Kelurahan Mekarjaya.

Intinya ada dua manfaat, kata Nabila pertama warga penerima manfaat dibangunkan septitank dan perapihan toilet.”Jadi sasaran utamanya adalah toilet dan septi tank bagi warga yang kurang mampu dan belum mempunyai toilet dan septi tank,” ujarnya.

Kategori warga penerima manfaat, dia menjelaskan, warga kurang mampu, ibu hamil, balita dan dissabilitas.
“Mengurangi staunting dan sanitasi kesehatan, tujuannya meningkatkan taraf hidup masyarakat di bidang kesehatan,” tukasnya.

Kegiatan program ini akan berlangsung selama tujuh bulan dan dimulai April tahun ini. Pelaksananya kelompok swadaya masyarakat (KSM) yang telah dibentuk dan koordinator KSM Kelurahan Rangkepanjaya, Ru’yat Suhada, mantan Ketua LPM Kelurahan Rangkepanjaya.

Sementara itu Kasi Ekbang Kelurahan Rangkepanjaya, Mulyadi pada Tahun ini program pembangunan sanitasi pefesaan dan padat karya untuk Kelurahan Rangkepanjaya tersebar di enam wilayah diantaranya: RW 01,04,06, 07, 08,09 dan RW 019.
“Keenam wilayah ini tergolong lingkungan warganya yang belum memiliki septi tank dan toilet yang baik, hal ini hasil pendataan dari kader PKK,” tutur Mulyadi.

“Kelurahan hanya memfasilitas dan monitoring, sedangkan pelaksana kegiatannya adalah KSM,” paparnya. (adi).