Relawan Damkar dan Penyelamatan Sebagai Garda Terdepan Tanpa Pamrih Bantu Petugas

rakyatwaspada.id, Depok – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok menggelar acara Pendataan dan Perkenalan calon anggota Relawan Bencana Kota Depok.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok R. Gandara Budiana, mengatakan, para relawan kali ini sebagai Ujung Tombak Pemadam yang Bekerja tanpa Pamrih.

Kebakaran masih menjadi ancaman serius warga di Kota Depok. Kesadaran masyarakat akan bahaya kebakaran juga masih minim. Pun demikian, ada kelompok yang menjadi garda terdepan di tengah masyarakat yang mampu menjinakkan api.
“Barisan relawan kebakaran menjadi ujung tombak penanganan masalah kebakaran. Mereka tanpa pamrih membantu petugas pemadam kebakaran (damkar) memadamkan api jika terjadi kebakaran di satu wilayah,” kata R. Gandara Budiana usai Memberikan Pengarahan Kamis, (5/11/2020) di Mako Damkar.

Gandara menuturkan, Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, kehadiran relawan diakui sangat membantu petugas dalam proses pemadaman kebakaran.
“Selama ini mereka sangat membantu. Apalagi di wilayah mereka yang terjadi kebakaran, mereka menjadi orang yang menanggulangi kebakaran pertama itu dan memberikan informasi ke kami,” ucap Gandara.

Sementara itu Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Damkar Kota Depok Deny Romulo menyampaikan, apresiasi kepada relawan, kegiatan ini diikuti oleh 20 orang calon anggota relawan damkar.
“Jadi ini perkenalan masing-masing anggota, pengenalan materi tentang pemulsaraan jenazah covid 19 dan pengenalan alat alat pemulsaraan dan terakhir mereka Praktek,” kata Deny.

“Relawan dan Damkar terus akan mewujudkan dan mengubah satu orang saja, maka dampak aksi para relawan akan bisa menimbulkan perubahan kolektif di masyarakat,” ujar Deny, di dampingi Kepala Seksi Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok Tesy haryati sstp msi.

Deny menjelaskan, menjelaskan, dalam menjalankan tugasnya, relawan tidak bisa terjun langsung memadamkan api. Itu karena belum semua mempunyai teknik dasar memadamkan api.

Kata Deny, hanya boleh masuk ke ring dua saat terjadi kebakaran seperti gulung selang, cari sumber air, dan pengamanan sekaligus pendataan korban.
“Mereka hanya bertugas membantu. Tapi kehadiran mereka sangat membantu kami semua,” jelas Deny.

Meski tidak bisa terjun memadamkan api langsung, para relawan, tambah Deny, sudah dibekali alat pemadam seperti fire motor, pompa air portabel, dan juga pawang geni. Alat itu bisa digunakan untuk memadamkan api sebelum petugas damkar datang ke Lokasi.
Deny, Mengajak masyarakat melakukan 3M (menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak) maka pola pikir dari warga yakin tidak akan terpapar Covid-19. (adi).