Rapat Paripurna DPRD Kota Depok, Walikota Sampaikan LKPJ Tahun Anggaran 2020 Secara Virtual

rakyatwaspada.id, Depok – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok menggelar Rapat Paripurna secara virtual dan tatap muka dalam rangka Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Walikota Depok di Ruang Sidang Paripurna DPRD Kota Depok, Rabu, (31/03/2021).

Walikota Depok, Mohammad Idris menyampaikan Laporan disampaikan pada rapat paripurna di ruang rapat paripurna dan secara virtual

Idris mengatakan, laporan ini merupakan evaluasi penyelenggaraan Pemerintah Daerah. LKPJ merupakan laporan keempat dari Realisasi Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“LKPJ ini disusun berdasarkan realisasi penyelenggaraan APBD tahun 2020,” kata Idris saat menyampaikan LKPJ tahun 2020, di hadapan Anggota DPRD Kota Depok.

Menurutnya, struktur perekonomian Kota Depok pada tahun 2020 ditinjau dari sektor ekonomi disumbang oleh sektor usaha tersier sebesar 49,72 persen yang mengalami sedikit penurunan dari 2019 sebesar 98,75 persen. Untuk Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kota Depok juga turun dari 6,74 persen menjadi -1,92 persen.

“Namun demikian LPE Kota Depok masih diatas rata-rata Nasional sebesar -2,07 persen dan Jawa Barat sebesar -2,44,” tuturnya.

Untuk pendapatan tambah Idris, Kota Depok tahun 2020 sebesar 3,059 triliun atau 99,51 persen dari target yang direncanakan.
Sedangkan untuk belanja daerah tahun 2020 sebesar Rp 3,109 triliun atau 87,14 persen dari rencana belanja daerah sebesar Rp 3,671 triliun

“Tidak terealisasinya belanja daerah ini terjadi pada kelompok belanja langsung 90,73 persen maupun tidak langsung 82,78 persen,” tambahnya.

Berdasarkan realisasi pendapatan belanja dan pembiayaan APBD tahun 2020 maka terdapat saldo akhir sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan atau SILPA tahun 2020 sebesar Rp 457,074 miliar.

“Capaian realisasi tahun 2020 seluruhnya belum sesuai target yang ditentukan, tetapi secara umum capaian kinerja per urusan sudah cukup baik. Walaupun ada per urusan yang kinerjanya masih rendah,” pungkasnya. (adi).