PMI Kota Depok Gelar Mukerkot, 2021 Fokuskan Lima Program Sesuai Visi Misi Pemerintah Kota Depok

rakyatwaspada.id, Depok – Musyawarah Kerja Kota (Mukerkot) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Depok di gelar di kantornya Jalan Boulevard Grand Depok City (GDC), Kamis (18/02/2021), di pimpin langsung oleh Ketua PMI Kota Depok.

Ketua PMI Kota Depok, Dudi Mi’raz Imanudin mengatakan, PMI Kota Depok telah memiliki agenda yang terstruktur untuk dilaksanakan di 2021 yang dirumuskan menjadi lima program, sesuai visi misi Pemerintah Kota Depok yang Maju, Berbudaya dan Sejahtera.

“Lima program yang menjadi fokus kami. Masing-masing bidang memiliki program prioritas yang harus diselesaikan tahun ini,” ujar Dudi Mi’raz, kamis (18/2/2021) kepada rakyatwaspada.id, di ruang kerjanya.

Dudi merinci, kelima rencana kerja tersebut yaitu penanggulangan bencana meliputi penyusunan SOP tanggap darurat bencana, peningkatan ruang fasilitas posko, pembentukan gudang PMI.

Selanjutnya ucap Dudi, program pengembangan SDM dan pendidikan latihan, meliputi forum Palang Merah Remaja Indonesia (PMR), lomba PMR online, sosialisasi serta pelatihan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah.

“Untuk program pengembangan organisasi, antara lain bulan dana kemanusiaan PMI tahun 2021, pendirian yayasan koperasi PMI Kota Depok dan lain sebagainya,” paparnya.
“Selain itu ada juga program pengembangan kapasitas sukarelawan PMI yang meliputi pelatihan vertical rescue, pelatihan Training of Facilitator (TOF),” ungkapnya.

Terakhir, program pelayanan sosial kesejahteraan masyarakat. Meliputi pelayanan ambulans gratis, pelatihan pertolongan pertama pada masyarakat, penguatan respon masyarakat terhadap Covid-19 dan masih banyak lagi.

“Yang jelas, tahun ini kami fokus untuk membantu Pemerintah Kota Depok dalam penanggunalangan bencana non alam yaitu Covid-19,” tuturnya.

Kemudian lanjut Dudi, mengenai Kegiatan Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Depok Tahun 2020 telah ditutup, namun dana yang di hasilkan mencapai sebesar Rp 610 juta, jumlah ini turun 39 persen dari target yang ditetapkan yaitu Rp 1 miliar.

“Meskipun bulan dana PMI tidak melampaui target yang ditetapkan, tetapi capaian ini sudah sangat luar biasa. Karena sumbangsih kemanusiaan memang butuh keikhlasan dan memiliki nilai sosial yang tinggi,” katanya.

Diakuinya, salah satu faktor turunnya perolehan bulan dana PMI disebabkan oleh Pandemi Covid-19 yang berdampak pada kebijakan sekolah online, sehingga terjadi penurunan dana yang sangat drastis.

“Pandemi Covid-19 ini berdampak pada menurunnya pendapatan Bulan Dana. Karena siswa libur sekolah, kami hanya mengajukan prososal ke beberapa orang tua siswa yang menjadi donatur,” pungkasnya. (adi).